Disini saya akan menceritakan
sedikit tentang JFC (Jember Fashion Carnival)
JFC
adalah sebuah fashion carnaval spektakuler di ranah lokal, dengan konsep kostum
trend fashion yang mampu diusung menuju kelas dunia. Yang menarik dari JFC, catwalk-nya
pernah tercatat di MURI sebagai catwalk terpanjang, yaitu sepanjang 3,6
kilometer. Event ini juga berhasil mencuri perhatian dunia karena dianggap
berani tampil beda. Ya, para penggagas JFC sengaja tidak menggali potensi
daerah dengan melulu berkaca pada peninggalan sejarah. Mereka dengan sangat
berani dan independent melakukan terobosan dengan membuat kreasi baru yang
belum pernah dilakukan sebelumnya di kota kecil Jember. Jika pun pernah ada
sejenis karnaval tahunan, itu adalah pesta rakyat di setiap bulan Agustus,
dengan kemasan yang tak segemerlap JFC. Efek Positif Jember Fashion Carnaval
Adanya JFC membuat nama kota kecil ini meluncur ke permukaan, seperti
mencuatnya sebuah bola kecil di antara jutaan bola yang lain. Ini membuat dunia
luar tercuri perhatiannya, untuk kemudian berlama lama memandang kota kecil
Jember. Dari yang tadinya hanya memandang, kemudian mereka mulai bertanya
tanya. Jember itu kota yang seperti apa? Ada berapa tempat wisata di sana? Ke
Jember yuk? Nah, kan.
Jadi
tidak perlu heran jika hari ini hotel-hotel di Jember sudah dipesan untuk
tanggal 8 Juli 2012 (dimana JFC diselenggarakan). Saya sendiri juga tidak kaget
manakala mendengar kabar beberapa hotel berkelas internasional akan berdiri di
kota kecil ini. Adalah Dynand Faris, yang berhasil membesut Jember menuju
wilayah turisme yang berkelanjutan. Bukan hanya peningkatan kapasitas ekonomi
masyarakat, dia juga berhasil mengajak generasi muda untuk berkreatifitas.
Dalam bahasa saya, bagaimana memandang sampah agar menjadi indah. Dan itu ada
di Jember Fashion Carnafal. Dimana mana, efek positif akan berbanding dengan
efek negatif. Tapi itu semua tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Di
media yang lain, saya sendiri juga pernah menuliskan sebentuk kekhawatiran
seputar JFC. Saya tuliskan di sana, "Jika JFC hanya digunakan ajang pamer
mode untuk memenangkan persaingan antar daerah, untuk mematikan budaya yang
sudah ada, untuk ajang eksistensi para gadis tampan, dan untuk kekurang benaran
yang lainnya, berarti harus ada yang dikaji ulang.." Dan syukurlah, itu
semua tidak terbukti. Saya bangga dengan gagasan mandiri dan proses kreatif
mereka. Keluarga JFC berhasil menghadapi potensi efek negatif dengan senyum
manis.
Berbagai
macam busana yang diperagakan oleh para model dalam JFC ini sangatlah menarik
dan beragam, yang akan membuat setiap orang yang menyaksikan even karnaval
busana tahunan ini terpesona. Selain itu busana yang diperagakan oleh para
model tersebut juga akan mendapatkan penghargaan, antara lain : JFC Award,
Special Award, Best Performance, Best Costume, Unique Costume dan Other Costume.
Tema busana yang di tampilkan oleh JFC ini sendiri pada setiap tahunnya berbeda
- beda yang tentunya lebih banyak peningkatan yang lebih baik lagi serta menarik
.
Para
pengunjung yang ingin menyaksikan peragaan busana terbesar kedua didunia ini
sangatlah banyak dan berasal dari berbagai penjuru dunia yang mengakibatkan
lebih terkenalnya nama dari Kabupaten Jember dengan berbagai macam kesenian dan
kebudayaannya dimata pengunjung domestik maupun asing. Untuk itu sebagai
masrakata Jember kita patut bangga dan terus mengenalkan beragam sumber daya
yang ada dan dimiliki oleh kabupaten Jember itu sendiri.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar